Wacana Indonesia Emas 2045 Apakah Mungkin Terjadi?
05.27
Unknown
0 Comments
05.27 Unknown 0 Comments

Menurut
saya pribadi mungkin saja terjadi karena Indonesia yang saat ini sudah
menunjukan kedewasaan orang-orangnya. Selain itu, sekarang masih tahun 2016
sehingga wacana tersebut dapat terwujud dikarenakan masih ada waktu 29 tahun
untuk mewujudkan wacana tersebut supaya tidak hanya berupa wacana saja. Faktor
yang paling penting dalam mewujudkan wacana Indonesia emas 2045 adalah rakyat
dikarenakan rakyat lah yang akan merasakan dampak dari wacana tersebut. Apabila
ingin mewujudkan wacana tersebut maka memerlukan bantuan dari semua rakyat
Indonesia dengan cara mengubah cara pandang semua orang. Pengubahan cara
pandang tersebut tidak harus langsung semua orang karena akan sulit bila
dilakukan. Maka dari itu perubahan dimulai dari beberapa orang terlebih dahulu
dan disebarkan ke semua orang. Apabila rakyatnya tidak ikut melaksanakan maka
wacana tersebut hanya berbentuk wacana saja tanpa bisa terealisasikan. Selain
dari rakyat, pemerintah juga harus ikut membantu dalam berbagai segi seperti
politik, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan.
Dari
segi politik, pemerintah harus merombak lagi susunan anggota pemerintahan agar
bisa terbebas dari orang yang ingin melakukan korupsi. Tidak hanya itu, tapi bagi
para pemimpin dan para anggota pemerintahan apabila terkena kasus harus dihukum
dengan seadil-adilnya. Penyalahgunaan wewenang pun perlu ditindak, karena akan
merugikan banyak pihak. Badan legislatif pun harus membela suara-suara rakyat,
jangan hanya duduk dan menerima gaji saja. Karena semua yang dilakukan
pemerintah yang pertama menerima dampaknya adalah para rakyat. Dalam politik
pun harus dihindarkan dari ego pribadi karena hanya akan menyengkan satu pihak
saja, padahal yang akan merasakan dampaknya adalah khalayak umum. Sudah banyak
kasus yang menerapkan sesuatu berdasarkan keinginan dari satu orang saja tanpa
memusyawarahkan terlebih dahulu dengan orang lain ,akhirnya banyak orang yang
protes terhadap hal yang telah ditetapkan. Apabila ini berlanjut maka orang
tersebut akan dijauhi oleh orang lain.
Dari
segi sosial, pemerintah harus menjujung tinggi sikap adil. Sikap adil yang saat
ini telah luntur dari diri rakyat dan para petinggi. Contohnya dalam penerapan
hukuman. Hukum di Indonesia saat ini cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke
atas. Maksudnya hukum tersebut apabila yang bersalah adalah rakyat yang kurang
mampu maka hukumannya akan diperberat. Lain halnya dengan para rakyat yang
memiliki uang, mereka biasanya mendapatkan hukuman yang dibilang ringan.
Fasilitas saat dipenjara pun beda antara orang yang kurang mampu dengan orang
yang memiliki uang. Orang yang memiliki uang cenderung mendapatkan pelayanan
yang baik sedangkan orang yang kurang mampu cenderung mendapat perlakuan yang
kurang baik. Hal ini perlu diperbaiki supaya Indonesia dapat lebih maju dan
dapat terwujudnya wacana Indonesia Emas 2045.
Dari
segi budaya, pemerintah harus menghilangkan budaya yang tidak baik, baik di
pemerintahan ataupun di masyarakat. Contoh budaya tersebut adalah budaya
meminta-minta atau mengemis. Sekarang banyak masyarakat yang kurang mampu,
masih sehat dan juga malas untuk mencari pekerjaan akhirnya mereka mengemis
di jalan. Lama – kelamaan mengemis
tersebut menjadi sebuah profesi karena melihat hasil yang didapat dari
mengemis. Maka dari itu budaya mengemis atau meminta-minta harus diberantas
karena sudah meresahkan banyak orang. Selain budaya meminta-minta, budaya telat
pun harus dihilangkan juga. Budaya tersebut merugikan bagi pihak yang telat dan
bagi pihak yang ditemui. Pasalnya apabila orang tersebut terlambat maka dia
akan terburu-buru dan tidka memperdulikan orang di sekitarnya. Bagi orang yang
menunggu dia akan kehilangan kepercayaan kepada orang yang ditunggu. Ada lagi
budaya yang perlu diperbaiki yaitu budaya tegur sapa. Sekarang banyak orang
yang sudah tidak melakukan tegur sapa atau saling sapa antar warga. Sekarang
semua orang merasa dirinya sendiri sudah cukup untuk melakukan semua hal atau
disebut individualis. Dampak dari adanya sifat individualis adalah dikucilkan
dari lingkungan, .Kebiasaan individualis ini perlu dihilangkan karena manusia
adalah mahkluk sosial yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri.
Dari
segi ekonomi, pemerintah harus mempertinggi nilai tukar rupiah di dunia. Dengan
tingginya nilai tukar rupiah maka harga semua kebutuhan di Indonesia akan
semakin murah. Sebelum memperbaiki nilai tukar rupiah, ada hal yang lebih
penting untuk diperbaiki terlebih dahulu yaitu perekonomian masyarakat kalangan
bawah. Kemiskinan adalah momok yang sangat berbahaya dan sangat sulit untuk
diberantas. Adanya kemiskinan dikarenakan sedikitnya lapangan pekerjaan,
kurangnya bekal dalam hal keterampilan, banyak yang bermalas-malasan, kurangnya
ilmu yang didapat karena mahalnya biaya sekolah.
Dari
segi kesehatan, pemerintah harus memperbaiki sarana dan prasarana dalam
puskesmas atau posyandu yang sebagai pelayanan pertama sebelum pasien dirujuk
ke rumah sakit atau sebagai tempat untuk perawatan bayi. Apabila sarana dan
prasarana tidak memadai maka pasien yang kurang mampu akan kesulitan. Selain
memperbaiki unit pelayanan kesehatan pertama perlu juga ada rumah sakit di
tempat terpencil agar penyakit yang tidak bisa ditangani oleh puskemas dapat
ditangani. Tidak hanya pada sarana kesehatan, tetapi pemerintah juga harus
mensosisalisasikan bagaimana cara untuk hidup sehat di semua daerah yang ada di
Indonesia agar semua masyarakatnya dapat hidup dengan sehat.
Dari
segi pendidikan, pemerintah harus memfasilitasi anak dari keluarga yang kurang
mampu. Selain memfalisitasi perlu juga untuk mensosialisasikan program tersebut
agar semua orang tau dan dipilah secara benar antara keluarga yang mampu dan
yang kurang mampu. Lalu perlu juga untuk memperbarui kurikulum dalam satuan
pendidikan agar bisa mengikuti zaman yang berubah ini. Selain dari kurikulum,
pemerintah dan pihak sekolah harus memberikan pembekalan pada bakat dari setiap
murid agar bakat tersebut tidak sia-sia. Pihak sekolah perlu juga mengajari dan
mendidik sikap dan tata krama yang baik kepada muridnya agar tidak ada
kenakalan remaja yang meresahkan banyak orang termasuk kedua orang tua dari
murid dan pihak sekolah.
Dari
paparan yang telah saya berikan, Indonesia bisa saja mewujudkan wacana
Indonesia Emas 2045 dengan banyak memperbaiki semua faktor yang kurang
mendukung dalam mewujudkan wacana tersebut. Waktu yang masih cukup lama untuk
melakukan perubahan akan berhasil apabila waktu yang ada digunakan dengan
sebaik-baiknya untuk menghilangkan faktor penghambat perwujudan wacana
Indonesia Emas 2045. Apabila tidak dapat dihilangkan sekuran-kurangnya dapat
diminimalisir sehingga lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya.
Langganan:
Komentar (Atom)


0 komentar: