Life Mapping

05.35 Unknown 0 Comments

0 komentar:

Wacana Indonesia Emas 2045 Apakah Mungkin Terjadi?

05.27 Unknown 0 Comments

          Hasil gambar untuk wacana indonesia emas 2045
         Wacana Indonesia Emas 2045 pertama kali dicetuskan oleh mantan MENDIKBUD M. Nuh pada pidatonya saat upacara Hari Pendidikan Nasional tahun 2012 dengan tema “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia.” ”Tema ini sejalan dengan hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, yaitu Ki Hajar Dewantoro, yang oada hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.” Pertanyaannya adalah apakah wacana Indonesia Emas 2045 dapat terwujud?
Menurut saya pribadi mungkin saja terjadi karena Indonesia yang saat ini sudah menunjukan kedewasaan orang-orangnya. Selain itu, sekarang masih tahun 2016 sehingga wacana tersebut dapat terwujud dikarenakan masih ada waktu 29 tahun untuk mewujudkan wacana tersebut supaya tidak hanya berupa wacana saja. Faktor yang paling penting dalam mewujudkan wacana Indonesia emas 2045 adalah rakyat dikarenakan rakyat lah yang akan merasakan dampak dari wacana tersebut. Apabila ingin mewujudkan wacana tersebut maka memerlukan bantuan dari semua rakyat Indonesia dengan cara mengubah cara pandang semua orang. Pengubahan cara pandang tersebut tidak harus langsung semua orang karena akan sulit bila dilakukan. Maka dari itu perubahan dimulai dari beberapa orang terlebih dahulu dan disebarkan ke semua orang. Apabila rakyatnya tidak ikut melaksanakan maka wacana tersebut hanya berbentuk wacana saja tanpa bisa terealisasikan. Selain dari rakyat, pemerintah juga harus ikut membantu dalam berbagai segi seperti politik, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan.
Dari segi politik, pemerintah harus merombak lagi susunan anggota pemerintahan agar bisa terbebas dari orang yang ingin melakukan korupsi. Tidak hanya itu, tapi bagi para pemimpin dan para anggota pemerintahan apabila terkena kasus harus dihukum dengan seadil-adilnya. Penyalahgunaan wewenang pun perlu ditindak, karena akan merugikan banyak pihak. Badan legislatif pun harus membela suara-suara rakyat, jangan hanya duduk dan menerima gaji saja. Karena semua yang dilakukan pemerintah yang pertama menerima dampaknya adalah para rakyat. Dalam politik pun harus dihindarkan dari ego pribadi karena hanya akan menyengkan satu pihak saja, padahal yang akan merasakan dampaknya adalah khalayak umum. Sudah banyak kasus yang menerapkan sesuatu berdasarkan keinginan dari satu orang saja tanpa memusyawarahkan terlebih dahulu dengan orang lain ,akhirnya banyak orang yang protes terhadap hal yang telah ditetapkan. Apabila ini berlanjut maka orang tersebut akan dijauhi oleh orang lain.
Dari segi sosial, pemerintah harus menjujung tinggi sikap adil. Sikap adil yang saat ini telah luntur dari diri rakyat dan para petinggi. Contohnya dalam penerapan hukuman. Hukum di Indonesia saat ini cenderung tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Maksudnya hukum tersebut apabila yang bersalah adalah rakyat yang kurang mampu maka hukumannya akan diperberat. Lain halnya dengan para rakyat yang memiliki uang, mereka biasanya mendapatkan hukuman yang dibilang ringan. Fasilitas saat dipenjara pun beda antara orang yang kurang mampu dengan orang yang memiliki uang. Orang yang memiliki uang cenderung mendapatkan pelayanan yang baik sedangkan orang yang kurang mampu cenderung mendapat perlakuan yang kurang baik. Hal ini perlu diperbaiki supaya Indonesia dapat lebih maju dan dapat terwujudnya wacana Indonesia Emas 2045.
Dari segi budaya, pemerintah harus menghilangkan budaya yang tidak baik, baik di pemerintahan ataupun di masyarakat. Contoh budaya tersebut adalah budaya meminta-minta atau mengemis. Sekarang banyak masyarakat yang kurang mampu, masih sehat dan juga malas untuk mencari pekerjaan akhirnya mereka mengemis di  jalan. Lama – kelamaan mengemis tersebut menjadi sebuah profesi karena melihat hasil yang didapat dari mengemis. Maka dari itu budaya mengemis atau meminta-minta harus diberantas karena sudah meresahkan banyak orang. Selain budaya meminta-minta, budaya telat pun harus dihilangkan juga. Budaya tersebut merugikan bagi pihak yang telat dan bagi pihak yang ditemui. Pasalnya apabila orang tersebut terlambat maka dia akan terburu-buru dan tidka memperdulikan orang di sekitarnya. Bagi orang yang menunggu dia akan kehilangan kepercayaan kepada orang yang ditunggu. Ada lagi budaya yang perlu diperbaiki yaitu budaya tegur sapa. Sekarang banyak orang yang sudah tidak melakukan tegur sapa atau saling sapa antar warga. Sekarang semua orang merasa dirinya sendiri sudah cukup untuk melakukan semua hal atau disebut individualis. Dampak dari adanya sifat individualis adalah dikucilkan dari lingkungan, .Kebiasaan individualis ini perlu dihilangkan karena manusia adalah mahkluk sosial yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri.
Dari segi ekonomi, pemerintah harus mempertinggi nilai tukar rupiah di dunia. Dengan tingginya nilai tukar rupiah maka harga semua kebutuhan di Indonesia akan semakin murah. Sebelum memperbaiki nilai tukar rupiah, ada hal yang lebih penting untuk diperbaiki terlebih dahulu yaitu perekonomian masyarakat kalangan bawah. Kemiskinan adalah momok yang sangat berbahaya dan sangat sulit untuk diberantas. Adanya kemiskinan dikarenakan sedikitnya lapangan pekerjaan, kurangnya bekal dalam hal keterampilan, banyak yang bermalas-malasan, kurangnya ilmu yang didapat karena mahalnya biaya sekolah.
Dari segi kesehatan, pemerintah harus memperbaiki sarana dan prasarana dalam puskesmas atau posyandu yang sebagai pelayanan pertama sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit atau sebagai tempat untuk perawatan bayi. Apabila sarana dan prasarana tidak memadai maka pasien yang kurang mampu akan kesulitan. Selain memperbaiki unit pelayanan kesehatan pertama perlu juga ada rumah sakit di tempat terpencil agar penyakit yang tidak bisa ditangani oleh puskemas dapat ditangani. Tidak hanya pada sarana kesehatan, tetapi pemerintah juga harus mensosisalisasikan bagaimana cara untuk hidup sehat di semua daerah yang ada di Indonesia agar semua masyarakatnya dapat hidup dengan sehat.
Dari segi pendidikan, pemerintah harus memfasilitasi anak dari keluarga yang kurang mampu. Selain memfalisitasi perlu juga untuk mensosialisasikan program tersebut agar semua orang tau dan dipilah secara benar antara keluarga yang mampu dan yang kurang mampu. Lalu perlu juga untuk memperbarui kurikulum dalam satuan pendidikan agar bisa mengikuti zaman yang berubah ini. Selain dari kurikulum, pemerintah dan pihak sekolah harus memberikan pembekalan pada bakat dari setiap murid agar bakat tersebut tidak sia-sia. Pihak sekolah perlu juga mengajari dan mendidik sikap dan tata krama yang baik kepada muridnya agar tidak ada kenakalan remaja yang meresahkan banyak orang termasuk kedua orang tua dari murid dan pihak sekolah.

Dari paparan yang telah saya berikan, Indonesia bisa saja mewujudkan wacana Indonesia Emas 2045 dengan banyak memperbaiki semua faktor yang kurang mendukung dalam mewujudkan wacana tersebut. Waktu yang masih cukup lama untuk melakukan perubahan akan berhasil apabila waktu yang ada digunakan dengan sebaik-baiknya untuk menghilangkan faktor penghambat perwujudan wacana Indonesia Emas 2045. Apabila tidak dapat dihilangkan sekuran-kurangnya dapat diminimalisir sehingga lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya.

0 komentar: